Lolita berkisah tentang pengakuan seorang profesor setengah baya bernama Humbert Humbert yang terobsesi seorang gadis remaja, Dolores Haze-sang Lolita. Untuk bisa berdekatan dengan Dolores, Humbert menikahi ibu gadis itu. Setelah sang ibu tewas dalam sebuah kecelakaan, Humbert memawa anak tirinya berkelana mengelilingi Amerika Serikat, menikmati cinta terlarang dan segala manis-getirnya.
Kisah ini bernuansa muram, tetapi tak kehilangan sentuhan humor. Ia menjadi indah antara lain karena kepiawainnya Vladimir Nabokov dalam melukiskan nuansa psikologis tokoh-tokohnya, terutama sosok Lolita yang kenes dan misterius, serta Humbert yang berkepribadian rumit. Di atas segalanya, novel kontroversial ini adalah kisah luar biasa tentang kekuatan cinta dalam hidup manusia.
Lolita adalah novel indah yang abadi. Sempat dilarang beredar di Amerika Serikat, novel ini hingga kini terus diperbincangkan orang dan menjadi buku laris di berbagai negara. Lolita bahkan dianggap sebagai salah-satu novel terbaik sepangjang masa oleh sejumlah kritisi sastra. Sedemikian populernya kisah ini hingga sempat dua kali difilmkan.
Sabtu, 28 Mei 2011
Dengan Hati by Syafrina Siregar
Kamila Zakaria, putri dari Dr. Zakaria ini tidak pernah betah di tempat kerjanya. Namun saat ini, Mila bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang HIV/AIDS. Ditempatnya yang baru, ia mengenal Santi sesama konsultan di perusahaannya. Dan baru kali ini dia cocok dengan seseorang yang bisa dipercayainya menjadi sahabat. Bosnya yang galak namun memiliki wajah mirip Demort Mulroney membuatnya hampir mengundurkan diri lagi, karena seenaknya memaki pekerjaannya yang ia kerjakan semalaman.
Santi datang kerumahnya untuk membujuk Mila agar tak sudi mengundurkan diri. Akhirnya Mila menuruti apa kata Santi, karena Mila juga tidak mau berpisah dengan Santi.
Lama Mila kerja dibidang HIV/AIDS sebagai konsultan, Mila harus berjumpa dan bergaul dengan para ODHA(Orang Dengan HIV/AIDS) dan menunjukkan bahwa Mila tidak melakukan Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA. Namun Mila masih berperang dengan hatinya, ia takut tertular oleh virus HIV/AIDS. Padahal ia tahu virus itu menyebar bukan hanya dengan sentuhan tangan atau bersalaman, Mila tahu semuanya. Tapi dia tetap takut.
Sampai awalnya, Santi sahabatnya, meninggalkan obat CRV dirumah kosnya. Mila mengikutinya, alangkah kagetnya ia ketika obat yang Santi minum adalah obat untuk para ODHA. Mila merasa jijik setiap kali bersalaman dengan ODHA dan memuntahkan segala makanan yang dibuat para ODHA. Dan kini ia tahu sahabatnya adalah ODHA!
Mila menjauhi Santi dikantor dan Santi pun seperti menghindar. Mila merasa sepi, tidak ada teman yang biasa diajaknya mengobrol, tidak ada yang menjailinya, tidak ada yang menemaninya berbelanja...
Saat Mila mulai dekat dengan Ian(bosnya), Mila bertanya pada Ian. "Sebuah hubungan tidak dilihat dari status kesehatan, Mila. Sikap dan Karakter yang menentukan" dan Mila termangu dengan jawaban Ian.
Mila dekat kembali dengan Santi, tidak ada teman yang sebaik Santi. Persahabatan Mila-Santi semakin dekat. Mila sudah tidak takut lagi pada ODHA. Dia malah semakin giat memberikan wacana dan presentasi untuk mengurangi dampak stigma dan diskriminasi.
Sekian waktu berlalu dengan cepat, ketika proyek yang dikerjakannya hampir setahun berlalu. Mila semakin dekat dengan teman-teman kerjanya, ada Santi, Lina, Dini, dan juga bosnya Ian yang menyukai Mila.
Kantor membuat sebuah acara bbq untuk merayakannya, sesuai rapat, rumah Mila yang akan dijadikan tempat acaranya. Lalu saat acara tengah berlangsung, tiba-tiba Dini yang sedang hamil tua akan segera melahirkan, semuanya panik tak terkecuali Mila. Santi memohon pada Mila untuk meminta tolong pada Dr. Zakaria menangani Dini. Namun Mila keberatan, Mila tetap takut ayahnya menjadi ODHA dan Mila berkeras melarang ayahnya mengoperasi Dini. Dr. Zakaria dan semua rekan kantornya tanpa berpikir panjang membawa Dini kerumah sakit. "Jika dijalani dengan hati, semuanya akan lebih mudah dimengerti" kata Dr. Zakaria waktu itu. Dan, setelah mendengar ayahnya tidak apa-apa dan Dini serta anaknya selamat, Mila merasa lega.
Setelah menengok Dini, Mila mampir ke kos Santi. Dan keadaan Santi memburuk sampai beberapa hari berlalu. Akhirnya Santi pun meninggal dunia. Mila merasa sedih sekali karena sahabatnya sudah tidak ada lagi. Rasa suka Mila kepada Ian semakin bertambah kian hari. Namun Ian seperti menghindarinya, namun Mila yakin Ian juga menyukainya. Tapi kenapa Ian menghindarinya? Mila bertanya dalam hati. Atau karena perempuan cantik yang sering datang ke kantor sewaktu ini?
Dan Mila mendatangi hotel Ian ingin mengorek kebenaran tentangnya. Dan Mila memperoleh keterangan, bahwa Ian juga ODHA!
Dan kabar baiknya perempuan yang bersama Ian adalah adik Ian.
Ian menyukainya dan Ian adalah ODHA! pernyataan itu berulang kali mampir dipikiran Mila. Esoknya Mila menemui Ian, mengatakan apakah Ian benar-benar mencintainya.
Akhirnya Ian melamarnya, dan Mila menikah dengan Ian. the end.
Santi datang kerumahnya untuk membujuk Mila agar tak sudi mengundurkan diri. Akhirnya Mila menuruti apa kata Santi, karena Mila juga tidak mau berpisah dengan Santi.
Lama Mila kerja dibidang HIV/AIDS sebagai konsultan, Mila harus berjumpa dan bergaul dengan para ODHA(Orang Dengan HIV/AIDS) dan menunjukkan bahwa Mila tidak melakukan Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA. Namun Mila masih berperang dengan hatinya, ia takut tertular oleh virus HIV/AIDS. Padahal ia tahu virus itu menyebar bukan hanya dengan sentuhan tangan atau bersalaman, Mila tahu semuanya. Tapi dia tetap takut.
Sampai awalnya, Santi sahabatnya, meninggalkan obat CRV dirumah kosnya. Mila mengikutinya, alangkah kagetnya ia ketika obat yang Santi minum adalah obat untuk para ODHA. Mila merasa jijik setiap kali bersalaman dengan ODHA dan memuntahkan segala makanan yang dibuat para ODHA. Dan kini ia tahu sahabatnya adalah ODHA!
Mila menjauhi Santi dikantor dan Santi pun seperti menghindar. Mila merasa sepi, tidak ada teman yang biasa diajaknya mengobrol, tidak ada yang menjailinya, tidak ada yang menemaninya berbelanja...
Saat Mila mulai dekat dengan Ian(bosnya), Mila bertanya pada Ian. "Sebuah hubungan tidak dilihat dari status kesehatan, Mila. Sikap dan Karakter yang menentukan" dan Mila termangu dengan jawaban Ian.
Mila dekat kembali dengan Santi, tidak ada teman yang sebaik Santi. Persahabatan Mila-Santi semakin dekat. Mila sudah tidak takut lagi pada ODHA. Dia malah semakin giat memberikan wacana dan presentasi untuk mengurangi dampak stigma dan diskriminasi.
Sekian waktu berlalu dengan cepat, ketika proyek yang dikerjakannya hampir setahun berlalu. Mila semakin dekat dengan teman-teman kerjanya, ada Santi, Lina, Dini, dan juga bosnya Ian yang menyukai Mila.
Kantor membuat sebuah acara bbq untuk merayakannya, sesuai rapat, rumah Mila yang akan dijadikan tempat acaranya. Lalu saat acara tengah berlangsung, tiba-tiba Dini yang sedang hamil tua akan segera melahirkan, semuanya panik tak terkecuali Mila. Santi memohon pada Mila untuk meminta tolong pada Dr. Zakaria menangani Dini. Namun Mila keberatan, Mila tetap takut ayahnya menjadi ODHA dan Mila berkeras melarang ayahnya mengoperasi Dini. Dr. Zakaria dan semua rekan kantornya tanpa berpikir panjang membawa Dini kerumah sakit. "Jika dijalani dengan hati, semuanya akan lebih mudah dimengerti" kata Dr. Zakaria waktu itu. Dan, setelah mendengar ayahnya tidak apa-apa dan Dini serta anaknya selamat, Mila merasa lega.
Setelah menengok Dini, Mila mampir ke kos Santi. Dan keadaan Santi memburuk sampai beberapa hari berlalu. Akhirnya Santi pun meninggal dunia. Mila merasa sedih sekali karena sahabatnya sudah tidak ada lagi. Rasa suka Mila kepada Ian semakin bertambah kian hari. Namun Ian seperti menghindarinya, namun Mila yakin Ian juga menyukainya. Tapi kenapa Ian menghindarinya? Mila bertanya dalam hati. Atau karena perempuan cantik yang sering datang ke kantor sewaktu ini?
Dan Mila mendatangi hotel Ian ingin mengorek kebenaran tentangnya. Dan Mila memperoleh keterangan, bahwa Ian juga ODHA!
Dan kabar baiknya perempuan yang bersama Ian adalah adik Ian.
Ian menyukainya dan Ian adalah ODHA! pernyataan itu berulang kali mampir dipikiran Mila. Esoknya Mila menemui Ian, mengatakan apakah Ian benar-benar mencintainya.
Akhirnya Ian melamarnya, dan Mila menikah dengan Ian. the end.
WHY MEN DON'T LISTEN AND WOMAN CAN'T READ MAPS
Pria dan wanita tidak sama. Dan itulah yang akan di ungkapkan didalam buku ini. Memahami berbagai hal tentang pria dan wanita merupakan free ticket atau fase bagi anda untuk mampu menikmati kebahagiaan, menjalin dan mempertahankan hubungan.
Alian dan Barbara Pease telah memaparkan temuan-temuan baru tentang otak dan mengajarkan kepada kita bagaimana membina hubungan yang lebih menyenangkan dan lebih harmonis dengan lawan jenis.
Salahsatu temuannya mengatakan:
"Lima belas atau dua puluh persen dari pria memiliki otak yang cenderung wanita. Kira-kira sepuluh persen dari wanita memiliki otak yang cenderung pria"
Setelahnya, anda telah disediakan tes sederhana yang dapat menujukkan kepada anda kecenderungan susunan otak seperti apa yang anda miliki, apakah pria atau wanita ( Setelah mencobanya sendiri pada teman-teman, kecenderungan yang dihasilkan mungkin sesuai dengan kepribadaian teman saya setiap harinya ).
Dengan tuturan yang tidak lepas dari humor. Paparan dalam buku ini menyadarkan betapa pria dan wanita saling membutuhkan. betapa pria dan wanita memiliki berbagai kelebihan yang bisa ditonjolkan dalam sebuah hubungan, dan kekurangan yang harus dilengkapi oleh pasangan masing-masing.
Selain kekurangan dan kelebihan, ada yang lebih menarik lagi didalam buku ini. Buku ini juga menyingkap tentang peraturan-peraturan bagi pria dan wanita dalam sebuah hubungan agar tetap harmonis. Memberikan pengertian pada pria untuk bersikap pada wanita dan sebaliknya cara wanita bersikap pada pria.
Serta berbagai hal lainnya, yang mengungkap perbedaan pikiran pria dan wanita agar terus bersama. Karena pria dan wanita sungguhlah berbeda.
Alian dan Barbara Pease telah memaparkan temuan-temuan baru tentang otak dan mengajarkan kepada kita bagaimana membina hubungan yang lebih menyenangkan dan lebih harmonis dengan lawan jenis.
Salahsatu temuannya mengatakan:
"Lima belas atau dua puluh persen dari pria memiliki otak yang cenderung wanita. Kira-kira sepuluh persen dari wanita memiliki otak yang cenderung pria"
Setelahnya, anda telah disediakan tes sederhana yang dapat menujukkan kepada anda kecenderungan susunan otak seperti apa yang anda miliki, apakah pria atau wanita ( Setelah mencobanya sendiri pada teman-teman, kecenderungan yang dihasilkan mungkin sesuai dengan kepribadaian teman saya setiap harinya ).
Dengan tuturan yang tidak lepas dari humor. Paparan dalam buku ini menyadarkan betapa pria dan wanita saling membutuhkan. betapa pria dan wanita memiliki berbagai kelebihan yang bisa ditonjolkan dalam sebuah hubungan, dan kekurangan yang harus dilengkapi oleh pasangan masing-masing.
Selain kekurangan dan kelebihan, ada yang lebih menarik lagi didalam buku ini. Buku ini juga menyingkap tentang peraturan-peraturan bagi pria dan wanita dalam sebuah hubungan agar tetap harmonis. Memberikan pengertian pada pria untuk bersikap pada wanita dan sebaliknya cara wanita bersikap pada pria.
Serta berbagai hal lainnya, yang mengungkap perbedaan pikiran pria dan wanita agar terus bersama. Karena pria dan wanita sungguhlah berbeda.
Abadilah Cinta Andrei Aksana
Abadilah Cinta-Andrei Aksana
Revan memiliki semuanya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemuda rebutan. Wajahnya demikian tampan mengundang decakan dan Revan juga bergelimang materi. Berawal dari melihat sebuah puisi di sebuah majalah dinding kampus dapat menyentuh nuraninya. Revan mencari si penulis puisi tersebut. Hingga akhirnya Revan dipertemukan oleh Ardini si penulis puisi itu. Ardini jatuh cinta pada Revan dan sebaliknya Revan pun juga mencintai Ardini. Di sebuah pantai berpasir putih Ardini menyerahkan seluruh cinta dan tubuhnya kepada Revan. Sampai suatu saat Ardini hamil, Revan meminta restu pada kedua orangtuanya untuk menikahi Ardini. Harman dan Merina (orangtuanya) menolaknya, menganggap Ardini tidak pantas disandingkan dengan Revan yang anak konglomerat. Karena sudah tidak betah didikte oleh sudut pandang ayahnya, Revan memilih pergi meninggalkan rumah. Disusul Adiknya Jovi dan Ruben yang ikut angkat kaki dari rumah ayahnya yang seperti neraka itu. Keluarga terpandang itu hancur!
Revan memilih hidup dikontrakan kecil bersama Ardini. Setiap hari Revan dan Ardini membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan mereka. Hari demi hari berlalu, sampai kandungan Ardini semakin tua Revan belum juga menikahi Ardini. Semakin lama uang tabungannya semakin menipis dan Ardini sering sakit-sakitan. Saat Ardini masuk rumah sakit, Revan bingung akan biaya yang harus dilunasinya. Dan ia meminta pada Ramlan, bosnya, untuk meminjaminya uang akan biaya tersebut. Namun hari persalinan Ardini tiba, dan Revan sudah tidak tau lagi akan meminta bantuan kepada siapa lagi.
Revan menelepon Ersad sahabatnya untuk menunggui Ardini dirumah sakit. Ersad menunggui Ardini hingga proses persalinan selesai, namun Revan belum muncul juga. Ersad mengantar Ardini pulang kerumah kontrakannya. Sesampainya dirumah setelah mengantar Ardini, Revan menelepon Ersad untuk mengabarkan bahwa ia berada dalam sel tahanan. Ersad sangat menyesali perbuatan sahabatnya itu. Revan telah merampok Ramlan dan berencana akan membunuhnya.
“Tidak”, jawab Revan jujur ketika duduk dikursi terdakwa. “Saya memang ingin membunuhnya Karena ia terlalu sempurna sebagai seorang ayah. Saya mengagumi sekaligus membencinya. Karena terpari di ingatan saya sosok seorang ayah yang berkuasa dan memaksakan kehendak. Seorang ayah yang bijak dan adil seperti Pak Ramlan tidak pantas hidup didunia yang kotor ini”
Di persidangan Revan mengakui perbuatannya, dan Revan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Ardini menangis tersedu-sedu mendengar keputusan hakim. Ersad yang akhirnya merawat Ardini pasca ia melahirkan. Ersad yang mendampingi Ardini ketika ia dan anaknya mengalami kegundahan. Ersad yang semakin sering bertamu kerumah Ardini, semakin membuat kebergantungan antara satu sama lain. Ersad, Ardini, Davi. Davi semakin lengket pada Ersad dan Ardini pun mulai mencintai Ersad.
Pikiran Revan melayang didalam penjara, ini tidak boleh diteruskan, mereka akan saling bergantung satu-sama lain.
Akhirnya Revan pasrah, ia meminta Ersad untuk menikahi Ardini. Gantian Lana, ibu Ersad yang menolaknya. Namun setelah mengenal Ardini yang memang tepat untuk menjadi seorang ibu dan istri terbaik. Pernikahan itu dilangsungkan.
Dulu Ardini selalu datang sendiri setiap hari untuk menjenguk Revan di penjara. Ersad juga bergantian menjenguknya. Namun setelah menikah Ardini dan Ersad datang bersama, membuat Revan hanya dapat gigit jari menunggu hingga masa hukumannya habis.
Awalnya Ersad dan Ardini, berdua menjenguk Revan sehari sekali, lalu mulai jarang seminggu sekali, sebulan sekali, empat bulan sekali, setahun sekali, hingga tidak sama sekali.
Tujuh tahun berlalu, Revan dibebaskan lebih awal karena perilakunya yang baik, namun Revan tetap wajib lapor seminggu sekali. Revan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan semakin menarik.Setelah ini Revan tidak tau mau kemana dan juga ia tidak ingin kembali lagi kerumah ayahnya. Walaupun telah dipenjara, dendam itu belum juga hilang. Revan bertemu ayahnya ketika ia keluar dari penjara, awalnya Revan tidak mau kembali. Tapi setelah melihat ayahnya Harman sakit di atas kursi roda yang didorong oleh Merina, Revan luluh juga. Harman sadar, dan ia berjanji untuk memberikan kebebasan untuk anak-anaknya. Satu persatu anaknya mulai datang kerumah. Rumah itu telah lengkap.
Akan lebih lengkap lagi jika ada Ardini dan Davi, anaknya, pikir Revan.
Revan mendatangi rumah Ardini untuk melihat anaknya. Ardini terkejut lalu ia membuat perjanjian dengan Revan untuk menjenguk Davi sepulang dari sekolah hingga sebelum Ersad pulang dari kantor.
Ersad mencium perbuatan itu. Maka timbulah perseteruan antara Revan dan Ersad.
“Aku hanya memintamu menjaganya, Er!” pekik Revan kecewa.”Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk mencintainya!”
“Lalu, kauanggap apa aku ini?” desis Ersad tersinggung, “Sebentuk robot yang tak memiliki nurani? Sekian tahun kulalui bersamanya, apakah salah jika tumbuh perasaan dihatiku?”
“Ardini miliku! Dan sekarang aku memintanya kembali darimu!”
Tetapi bagaimana jika tak seorangpun dapat meraih cinta Ardini yang utuh, karena Ardini tidak sanggup memilih salah satu diantara dua lelaki yang dicintainya? Mestikah Ardini menyemai dua cinta sekaligus dalam hidupnya?
Hidup ini tak pernah pasti
Hanya menunggu esok hari
Mungkinkah engkau maih ada
Desahmu masih hangat terasa
Saat kata-kata tak berarti
Saat semua rasa telah mati
Sepi yang temani malam hari
Mencekam hatiku dalam sunyi
...
Oh, bila cinta
Bawa aku
Dalam badai duka yang perih
Kini kusadari
Yang kuingin hanya
Abadilah cinta...
Revan memiliki semuanya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemuda rebutan. Wajahnya demikian tampan mengundang decakan dan Revan juga bergelimang materi. Berawal dari melihat sebuah puisi di sebuah majalah dinding kampus dapat menyentuh nuraninya. Revan mencari si penulis puisi tersebut. Hingga akhirnya Revan dipertemukan oleh Ardini si penulis puisi itu. Ardini jatuh cinta pada Revan dan sebaliknya Revan pun juga mencintai Ardini. Di sebuah pantai berpasir putih Ardini menyerahkan seluruh cinta dan tubuhnya kepada Revan. Sampai suatu saat Ardini hamil, Revan meminta restu pada kedua orangtuanya untuk menikahi Ardini. Harman dan Merina (orangtuanya) menolaknya, menganggap Ardini tidak pantas disandingkan dengan Revan yang anak konglomerat. Karena sudah tidak betah didikte oleh sudut pandang ayahnya, Revan memilih pergi meninggalkan rumah. Disusul Adiknya Jovi dan Ruben yang ikut angkat kaki dari rumah ayahnya yang seperti neraka itu. Keluarga terpandang itu hancur!
Revan memilih hidup dikontrakan kecil bersama Ardini. Setiap hari Revan dan Ardini membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan mereka. Hari demi hari berlalu, sampai kandungan Ardini semakin tua Revan belum juga menikahi Ardini. Semakin lama uang tabungannya semakin menipis dan Ardini sering sakit-sakitan. Saat Ardini masuk rumah sakit, Revan bingung akan biaya yang harus dilunasinya. Dan ia meminta pada Ramlan, bosnya, untuk meminjaminya uang akan biaya tersebut. Namun hari persalinan Ardini tiba, dan Revan sudah tidak tau lagi akan meminta bantuan kepada siapa lagi.
Revan menelepon Ersad sahabatnya untuk menunggui Ardini dirumah sakit. Ersad menunggui Ardini hingga proses persalinan selesai, namun Revan belum muncul juga. Ersad mengantar Ardini pulang kerumah kontrakannya. Sesampainya dirumah setelah mengantar Ardini, Revan menelepon Ersad untuk mengabarkan bahwa ia berada dalam sel tahanan. Ersad sangat menyesali perbuatan sahabatnya itu. Revan telah merampok Ramlan dan berencana akan membunuhnya.
“Tidak”, jawab Revan jujur ketika duduk dikursi terdakwa. “Saya memang ingin membunuhnya Karena ia terlalu sempurna sebagai seorang ayah. Saya mengagumi sekaligus membencinya. Karena terpari di ingatan saya sosok seorang ayah yang berkuasa dan memaksakan kehendak. Seorang ayah yang bijak dan adil seperti Pak Ramlan tidak pantas hidup didunia yang kotor ini”
Di persidangan Revan mengakui perbuatannya, dan Revan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Ardini menangis tersedu-sedu mendengar keputusan hakim. Ersad yang akhirnya merawat Ardini pasca ia melahirkan. Ersad yang mendampingi Ardini ketika ia dan anaknya mengalami kegundahan. Ersad yang semakin sering bertamu kerumah Ardini, semakin membuat kebergantungan antara satu sama lain. Ersad, Ardini, Davi. Davi semakin lengket pada Ersad dan Ardini pun mulai mencintai Ersad.
Pikiran Revan melayang didalam penjara, ini tidak boleh diteruskan, mereka akan saling bergantung satu-sama lain.
Akhirnya Revan pasrah, ia meminta Ersad untuk menikahi Ardini. Gantian Lana, ibu Ersad yang menolaknya. Namun setelah mengenal Ardini yang memang tepat untuk menjadi seorang ibu dan istri terbaik. Pernikahan itu dilangsungkan.
Dulu Ardini selalu datang sendiri setiap hari untuk menjenguk Revan di penjara. Ersad juga bergantian menjenguknya. Namun setelah menikah Ardini dan Ersad datang bersama, membuat Revan hanya dapat gigit jari menunggu hingga masa hukumannya habis.
Awalnya Ersad dan Ardini, berdua menjenguk Revan sehari sekali, lalu mulai jarang seminggu sekali, sebulan sekali, empat bulan sekali, setahun sekali, hingga tidak sama sekali.
Tujuh tahun berlalu, Revan dibebaskan lebih awal karena perilakunya yang baik, namun Revan tetap wajib lapor seminggu sekali. Revan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan semakin menarik.Setelah ini Revan tidak tau mau kemana dan juga ia tidak ingin kembali lagi kerumah ayahnya. Walaupun telah dipenjara, dendam itu belum juga hilang. Revan bertemu ayahnya ketika ia keluar dari penjara, awalnya Revan tidak mau kembali. Tapi setelah melihat ayahnya Harman sakit di atas kursi roda yang didorong oleh Merina, Revan luluh juga. Harman sadar, dan ia berjanji untuk memberikan kebebasan untuk anak-anaknya. Satu persatu anaknya mulai datang kerumah. Rumah itu telah lengkap.
Akan lebih lengkap lagi jika ada Ardini dan Davi, anaknya, pikir Revan.
Revan mendatangi rumah Ardini untuk melihat anaknya. Ardini terkejut lalu ia membuat perjanjian dengan Revan untuk menjenguk Davi sepulang dari sekolah hingga sebelum Ersad pulang dari kantor.
Ersad mencium perbuatan itu. Maka timbulah perseteruan antara Revan dan Ersad.
“Aku hanya memintamu menjaganya, Er!” pekik Revan kecewa.”Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk mencintainya!”
“Lalu, kauanggap apa aku ini?” desis Ersad tersinggung, “Sebentuk robot yang tak memiliki nurani? Sekian tahun kulalui bersamanya, apakah salah jika tumbuh perasaan dihatiku?”
“Ardini miliku! Dan sekarang aku memintanya kembali darimu!”
Tetapi bagaimana jika tak seorangpun dapat meraih cinta Ardini yang utuh, karena Ardini tidak sanggup memilih salah satu diantara dua lelaki yang dicintainya? Mestikah Ardini menyemai dua cinta sekaligus dalam hidupnya?
Hidup ini tak pernah pasti
Hanya menunggu esok hari
Mungkinkah engkau maih ada
Desahmu masih hangat terasa
Saat kata-kata tak berarti
Saat semua rasa telah mati
Sepi yang temani malam hari
Mencekam hatiku dalam sunyi
...
Oh, bila cinta
Bawa aku
Dalam badai duka yang perih
Kini kusadari
Yang kuingin hanya
Abadilah cinta...
Langganan:
Postingan (Atom)


